Sinergikan Wawasan HKI, USM Hadirkan Guru Besar dan Pejabat Kemenkumham Aceh

[B. Aceh] Dalam rangka memperkuat wawasan dosen Universitas Serambi Mekkah (USM) tentang Hak Kekayaan Intelektual (HKI), maka Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) USM, menghadirkan para pakar di bidang hukum yaitu Prof. Dr. Faisal, S.H., M.Hum (Guru Besar Universitas Syiah Kuala-USK yang juga Kepala LLDikti Wilayah XIII) dan Bapak Irfan, S.H., M.H. (Kepala Bidang Pelayanan Hukum Kanwil Kemenkumham Aceh), bertempat di Aula Dr. Mr. H. Teuku Moehammad Hasan 19/06/2021.

Ketua LPPM USM, Dr. Muslem Daud, melaporkan bahwa kegiatan HKI tersebut merupakan salah satu agenda penting LPPM USM. Karena itu, para pakar di bidangnya diundang guna mensosialisasikan akan pentingnya HKI yang menjadi salah satu hasil penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PKM) dari para dosen peneliti dan pengabdi kepada masyarakat, baik dari sisi teoritik maupun prosedur pengusulan HKI.

Dr. Muslem juga menambahkan bahwa selain tamu undangan terdiri dari para Pimpinan USM, Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) USM, Para Dekan dan para Undangan lainnya, kegiatan tersebut diikuti oleh 41 orang peserta secara langsung, dan 35 peserta interaktif melalui zoom, serta juga di-live-kan langsung melalui salah satu media online (youtube red*).

Dalam sambutan serta pembukaan kegiatan secara resmi, Rektor USM, Dr. Teuku Abdurahman, S.H., Sp.N, mengapresiasi kegiatan LPPM ini. Hal ini dadasarkan pada pentingnya pengakuan terhadap sebuah hasil karya para dosen dan peneliti. Rektor USM juga mengharapkan semua peserta mengikuti acara tersebut dengan baik. Apalagi para narasumber merupakan ahlinya yang memang baik secara teoritik dan praktik serta memahami betul bagaimana HKI ini diperoleh secara sah dan legal  berikut prosedur-prodedurnya. Dr. T. Abudurahman juga mengingat pentingnya melakukan survey terhadap sebuah produk yang merupakan luaran penelitian dan PKM sehingga output capaian dimaksud dapat terus disempurnakan.

Usai kegiatan pembukaan yang dipandu oleh Anita Noviyanti, S.Pd, M.Pd berakhir, dilanjutkan dengan sesi presentasi oleh para Narasumber.

Penguatan Wawasan HKI

Tampil dalam panel presentasi, Prof. Dr. Faisal, S.H., M.Hum menjadi pemateri pertama. Prof. Faisal menyampaikan bahwa HKI merupakan hak dasar manusia yang dianugrahkan oleh Yang Maha Pencipta. Teori John Lock menjelaskan tentang hak milik terhadap benda berwujud dan benda tidak berwujud yang merupakan hasil intelektualitas manusia. Untuk mendapatkan pengakuan hasil intelektualitas ini, maka perlu adanya pendaftaran secara legalitas aturan hukum berlaku.

Dalam praktek penelitian, HKI menjadi salah satu luaran penelitian dan juga pengabdian masyarakat. Para peneliti yang sudah menuangkan kesepakatan dalam kontrak kerja penelitian dan PKM wajib mencapai luaran-luaran yang telah disepakati, khususnya antara peneliti dan pelaksana PKM dengan pemberi dana, misalnya Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM) Kemenristekbrin. Hal ini tidak dimaksudkan untuk pemenuhan kontrak saja, tetapi lebih dari itu, dimana ada keuntungan secara ekonomi bagi pemilik HKI.

Prof. Faisal mencontohkan dengan salah satu restoran siap saji berkelas internasional yang mematenkan produk mereka. Restoran tersebut ada di berbagai kota termasuk Banda Aceh. Sebagian persen keuntungan restoran akan menjadi keuntungan secara ekonomi bagi pencipta gorengan ayam dengan bumbu yang diraciknya puluhan tahun lalu. Ini semua karena ia sudah memiliki HKI dan juga hak paten merek dagangnya. Kita juga dapat melakukannya untuk ‘sie ruboh’ (makanan khas Aceh Besar) misalnya, ujar Sang Profesor yang beliau juga Kepala LLDIKTI XIII Aceh.

Tampil sebagai pemateri ke dua adalah Bapak Irfan, S.H, M.H. (Kepala Bidang Pelayanan Hukum Kanwil Kemenkumham Aceh).

Dalam paparannya, Irfan menyampaikan bahwa kampus adalah ladangnya kekayaan intelektual, banyak sekali hasil-hasil kekayaan intelektual yang lahir dari kampus, hal ini dikarenakan seluruh akademisi diharuskan untuk menulis, membuat bahan ajar, buku dan melakukan penelitian, dan pula mahasiswa harus menyelesaikan skripsi, tesis maupun disertasi yang mana ini merupakan hak cipta

Segala hasil tulisan adalah Hak Cipta dan hasil penelitian berpotensi melahirkan Paten, namun demi kepastian hukum diperlukan perlindungan hukum dari hasil kekayaan intelektual, ini untuk melindungi hasil karya dari pembajakan dan pencurian ide, dan memastikan nilai komersilnya jatuh kepada pemegang hak yang sah.

Irfan menyayangkan banyaknya karya anak-anak bangsa yang diklaim oleh negara lain seperti salah satu tarian di daerah Pulau Jawa. Hal ini tidak terjadi jika kita sudah lebih dahulu mematenkannya.

Dalam kenyataannya banyak hasil karya ciptaan masyarakat Aceh juga belum di HKI kan, mulai masakan lembek (salah satu makanan masyarakat pantai barat Aceh) hingga depik (hasil ikan di dataran tinggi gayo) misalnya. Tahu-tahu di kemudian hari sudah didaftarkan orang. Karena itu ia mengharapkan kita sosial boleh, asalkan jangan sok-sial, imbuh Kepala Pelayanan Hukum Kanwil Kemenkumham Aceh tersebut, yang diikuti dengan kocak tawa rata-rata peserta.

Kepala Bidang Pelayanan Hukum Kanwil Kemenkumham Aceh tersebut juga menyampaikan siap membantu memfasilitasi luaran-luaran penelitian dan PKM civitas akademika USM. Ke depan barangkali perlu kerja sama sehingga koordinasi lebih cepat dan komunikasi tentang proses HKI bisa langsung dengan Kemenkumham RI di Jakarta. Jadi kita tingga memantau dan memonitor progres shingga pengurusan HKI akan lebih maksimal, ujarnya yang disambut positif oleh para peserta dengan memberikan applaus.

Kegiatan pembukaan dan sesi presentasi yang dipandu oleh Azwir, S.Pd, M.Pd (Ketua Prodi Biologi) ini mengikuti semua rambu-rambu protokol kesehatan (Prokes) dengan menjaga jarak, memakai masker dan mengikuti aturan prokes lainnya oleh USM dan kegiatan berakhir jelang dhuhur. Semoga hasil-hasil riset dan PKM civitas akademika USM dapat terus di-HKI-kan. Semoga.

Facebook Comments
About LPPM USM 57 Articles
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Serambi Mekkah merupakan lembaga bidang fokus pengembangan Penelitian dan Pengabdian dibawah Universitas yang mampu meningkatkan SDM internal Universitas.